Jelang Beroperasi Oktober, KSOP Periksa E-RTG Baru di Terminal Nilam

Nuswantara Media — Terminal Petikemas Nilam bersiap menggunakan satu unit Electric Rubber Tyred Gantry Crane (E-RTG) baru. Sebelum digunakan, peralatan bongkar muat tersebut lebih dulu diperiksa oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.

Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (16/9/2026) sebagai bagian dari persiapan sebelum E-RTG direncanakan mulai beroperasi pada Oktober mendatang.

Dalam pemeriksaan tersebut, KSOP mengecek sejumlah hal penting, mulai dari aspek keselamatan, sertifikasi peralatan, sistem kelistrikan hingga kesiapan operasional.

Fungsional Umum pada Seksi Kepelabuhanan KSOP Utama Tanjung Perak, Sugeng Adi Prasetyo, meminta pengelola memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sebelum alat digunakan.

“Seluruh kelengkapan dan aspek keselamatan perlu dipastikan sebelum alat mulai beroperasi, termasuk sertifikasi peralatan serta kesiapan sistem kelistrikan dan pendukung lainnya, sehingga E-RTG nantinya dapat digunakan secara aman dan optimal,” ujar Sugeng.

Selain pemeriksaan teknis, pengelola juga diminta menyiapkan langkah penanganan apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan pada E-RTG.

Hal ini dinilai penting agar aktivitas bongkar muat tetap dapat berjalan ketika terjadi kendala pada peralatan.

Tambah Peralatan, Dorong Operasional Lebih Efisien

Penambahan E-RTG menjadi bagian dari upaya Terminal Petikemas Nilam melakukan modernisasi peralatan bongkar muat.

Berbeda dengan RTG konvensional yang menggunakan bahan bakar, E-RTG menggunakan tenaga listrik. Penggunaan peralatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung kegiatan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Hingga Agustus 2026, Terminal Petikemas Nilam mencatat arus petikemas sebanyak 368.127 TEUs.

Saat ini, kegiatan operasional terminal didukung oleh empat unit Container Crane (CC), delapan unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTG), dan satu unit Reach Stacker (RS).

Terminal Head Terminal Petikemas Nilam, Retno Pujianto, menyambut pemeriksaan yang dilakukan KSOP Utama Tanjung Perak.

Menurutnya, seluruh masukan dari regulator akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari persiapan pengoperasian E-RTG.

“Penambahan E-RTG merupakan bagian dari upaya kami meningkatkan keandalan operasional sekaligus mendorong penggunaan peralatan yang lebih modern dan ramah lingkungan,” kata Retno.

Retno juga memastikan aspek keselamatan, sertifikasi, keandalan peralatan, sistem kelistrikan, hingga kesiapan menghadapi gangguan menjadi perhatian sebelum E-RTG digunakan.

Dengan tambahan peralatan tersebut, Terminal Petikemas Nilam berharap kapasitas peralatan di lapangan penumpukan semakin siap mendukung aktivitas bongkar muat.

E-RTG baru ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

Pemeriksaan KSOP dan persiapan teknis yang dilakukan pengelola menjadi bagian dari langkah Terminal Petikemas Nilam mematangkan kesiapan E-RTG sebelum direncanakan beroperasi pada Oktober 2026. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *