Terminal Teluk Lamong dan Bunda PAUD Tambak Osowilangun Dorong Budaya Pilah Sampah
NUSWANTARA — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) bersama Kelompok Kerja Bunda PAUD Kelurahan Tambak Osowilangun mendorong budaya memilah sampah sejak dini di lingkungan sekolah.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyerahan sarana pemilahan khusus botol plastik kepada sejumlah lembaga pendidikan di wilayah Tambak Osowilangun, Surabaya.
TTL menyerahkan bantuan tersebut melalui Kelompok Kerja Bunda PAUD Kelurahan Tambak Osowilangun pada Selasa (29/9/2026). Bantuan itu menyasar KB/TK Mursyidah, SD Mursyidah, MI/RA Al Fatich, dan PPT Melati.
Sarana pemilahan botol plastik tersebut membantu sekolah mengenalkan pengelolaan sampah kepada peserta didik.
Guru dapat memanfaatkan fasilitas itu sebagai media edukasi untuk mengenalkan jenis sampah sekaligus membangun kebiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
Senior Manager Sekretaris Perusahaan dan Hukum PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan positif peserta didik.
“Sekolah memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai ruang untuk membentuk karakter dan kebiasaan peserta didik.
Melalui dukungan sarana pemilahan sampah ini, kami berharap para siswa dan seluruh warga sekolah semakin terbiasa menjaga kebersihan serta memahami pentingnya memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anam.
Bangun Kesadaran Lingkungan Lewat Kebiasaan
TTL mendorong siswa mempraktikkan pemilahan sampah dalam aktivitas sehari-hari.
Perusahaan berharap kebiasaan tersebut terus terbawa ketika siswa berada di rumah maupun di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga mengenalkan kepada siswa bahwa pengelolaan sampah yang tepat dapat memberikan manfaat.
Botol plastik yang terkumpul secara terpisah dapat memudahkan proses pengelolaan dan mengurangi sampah yang berpotensi mencemari lingkungan.
TTL menjalankan dukungan tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Perusahaan menggandeng Kelompok Kerja Bunda PAUD Tambak Osowilangun untuk memperluas edukasi lingkungan melalui satuan pendidikan.
Keterlibatan guru, siswa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Melalui pembiasaan sejak usia dini, sekolah dapat membantu peserta didik memahami bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah merupakan tanggung jawab bersama.
TTL berharap sarana pemilahan sampah tersebut tidak hanya meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk perilaku siswa yang lebih peduli terhadap lingkungan secara berkelanjutan.
