STS Kapal di Tanjung Perak Turun Jadi 2 Jam Lebih, TTL Genjot Efisiensi Lewat Zona EAZI
NUSWANTARA — Surabaya, Waktu pergantian kapal di kawasan Tanjung Perak, Surabaya, kini semakin singkat. Penerapan Zona EAZI (Express Anchorage Zone Service) yang dikembangkan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mampu menekan waktu ship-to-ship berth changeover (STS) hingga 2 jam 24 menit.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil evaluasi penerapan Zona EAZI yang dibahas bersama sejumlah pemangku kepentingan kepelabuhanan pada Kamis (1/10/2026).
Evaluasi tersebut melibatkan KSOP Utama Tanjung Perak, Distrik Navigasi Tanjung Perak, PT Pelindo (Persero), PT Pelindo Jasa Maritim, dan PT Terminal Teluk Lamong.
Penerapan Zona EAZI menjadi bagian dari upaya mempercepat sirkulasi kapal sekaligus mengoptimalkan kapasitas pelayanan di kawasan Tanjung Perak.
176 Kapal Dilayani di TPK Nilam
Data penerapan Zona EAZI di TPK Nilam sepanjang 23 April hingga 31 Agustus 2026 menunjukkan sebanyak 176 kapal telah mendapatkan layanan.
Rata-rata waktu pergantian kapal tercatat selama 2 jam 53 menit.
Efisiensi tersebut turut berdampak pada peningkatan jumlah kapal yang dapat masuk ke dermaga. Dari sebelumnya rata-rata 14 kapal per hari, jumlahnya meningkat menjadi 17 kapal per hari.
Peningkatan tersebut setara dengan sekitar 21,4 persen.
Capaian berbeda juga terlihat dalam uji coba Zona EAZI di TPK Berlian pada 4 hingga 31 Agustus 2026. Rata-rata waktu STS berhasil ditekan menjadi 2 jam 24 menit.
Angka tersebut semakin mendekati target standar dua jam.
Efisiensi waktu pergantian kapal menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kelancaran arus kapal. Penataan zona labuh yang diikuti koordinasi lintas instansi juga menjadi bagian dari proses tersebut.
TTL: Kolaborasi Jadi Faktor Penting
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, mengatakan percepatan pelayanan kapal tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Menurutnya, sinergi antara operator terminal, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan kepelabuhanan yang semakin efektif.
“TTL bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mempercepat pelayanan kapal melalui kerja sama yang kuat. Kami menghadirkan layanan yang makin cepat, aman, andal, dan kompetitif bagi seluruh pengguna jasa,” ujar David.
Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, turut mengapresiasi penerapan Zona EAZI.
“Implementasi EAZI telah memberikan pengaruh signifikan dalam meningkatkan layanan kapal. Sinergi antar-pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar manfaatnya makin dirasakan,” ujarnya.
Disiapkan Terintegrasi dengan Sistem Digital
Upaya meningkatkan efisiensi pelayanan kapal tidak berhenti pada penerapan Zona EAZI.
Group Head Pelayanan Kapal PT Pelindo (Persero), Santoso, menekankan pentingnya evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan setiap perbaikan layanan dapat dipertahankan dan terus dikembangkan.
Sejalan dengan itu, TTL juga mengembangkan sistem digital BESTI yang nantinya akan terintegrasi dengan Zona EAZI, PHINISI, dan Inaportnet.
Integrasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kepastian layanan, mempercepat proses pelayanan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional kapal di kawasan Tanjung Perak.
Penerapan Zona EAZI sekaligus menunjukkan bahwa optimalisasi layanan kepelabuhanan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada penataan operasional, pemanfaatan teknologi, dan koordinasi antar-pemangku kepentingan.
Dengan waktu pergantian kapal yang semakin efisien, TTL bersama para pihak terkait terus mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas layanan kapal di Tanjung Perak. (Red)
