Uncategorized

Dorong Pelabuhan Rendah Karbon, Kemenhub Tinjau Langkah Bersih TTL Surabaya

NUSWANTARA, Surabaya – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong transformasi pelabuhan nasional menuju konsep rendah karbon dan ramah lingkungan.Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kunjungan kerja Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc., ke PT Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya, Kamis (27/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Antoni bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas utama TTL, mulai dari dermaga, area penumpukan peti kemas hingga ruang pengendalian pusat.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan teknologi, efisiensi operasional, serta berbagai upaya pengurangan emisi yang telah dijalankan TTL.PT Terminal Teluk Lamong terus memperkuat langkah menuju pelabuhan yang bersih dan berkelanjutan.

Salah satunya melalui penggunaan peralatan bongkar muat berbasis listrik sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.Selain itu, TTL mengembangkan infrastruktur pengisian energi di area operasional serta memanfaatkan teknologi digital untuk mengatur pergerakan alat dan kendaraan agar lebih efisien sekaligus menekan emisi.

Upaya menjaga lingkungan juga dilakukan melalui pemantauan kualitas udara dan air secara berkala, pengelolaan limbah dan sampah secara sistematis, serta kerja sama penelitian dan pelestarian ekosistem laut bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Senior Manajer Sistem Manajemen dan HSSE TTL, Anang Januriandoko, menjelaskan berbagai program tersebut kepada rombongan Kemenhub.“Kami merancang setiap perubahan secara matang dan mengukur hasilnya dengan cermat,” ujar Anang.

Menurutnya, transformasi menuju operasional yang lebih ramah lingkungan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan aktivitas kepelabuhanan.

“Kami terus mengurangi ketergantungan pada energi fosil, memperbarui cara bekerja yang lebih hemat sumber daya, dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab kita sehari-hari, bukan hanya tugas tambahan,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan TTL.

Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060.

“TTL tidak menunggu aturan terbit baru kemudian bergerak. Mereka sudah berpikir dan bekerja maju jauh sebelumnya,” kata Antoni.

Ia menilai semangat tersebut perlu menjadi contoh bagi pelaku usaha pelabuhan dan sektor jasa angkutan lainnya.“Inilah semangat yang kita butuhkan dari seluruh pelaku usaha pelabuhan dan jasa angkutan: bertindak sekarang karena kita memahami bahwa bumi dan masa depan bangsa sangat membutuhkannya,” tegasnya.

Antoni berharap berbagai inovasi dan pengalaman yang telah diterapkan TTL dapat menjadi rujukan bagi pelabuhan lain di Indonesia.“Pelabuhan masa depan harus cepat, luas kapasitasnya, tetapi juga harus bersih, hemat energi dan ramah terhadap alam sekitarnya,” ujarnya.“Kita semua memikul tanggung jawab ini bersama-sama tanpa terkecuali.

”Di sisi lain, TTL menegaskan bahwa berbagai langkah yang telah dilakukan merupakan bagian dari proses panjang menuju operasional pelabuhan yang semakin berkelanjutan.

Perusahaan berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi bersih, memperkuat kerja sama dengan lembaga penelitian dan masyarakat sekitar, serta berbagi pengalaman agar penerapan konsep pelabuhan rendah karbon dapat semakin luas di Indonesia.

“Kami siap berkarya terus sampai tujuan tercapai dan seterusnya,” tandas Anang Januriandoko.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *