Menjahit Asa di Ujung Negeri : Kisah Pak Raden dan Digitalisasi Batik Tulis

PT. BANDHAWA KARYA NUSWANTARA

PT Bandhawa Karya Nuswantara adalah perusahaan yang bergerak di bidang multimedia, penyiaran, industri kreatif, serta pengembangan seni, yang berdiri pada tahun 2025. Perusahaan ini hadir sebagai ruang kreatif yang dinamis dan inovatif dengan komitmen menghasilkan karya yang berkualitas, inspiratif, dan memberikan dampak positif bagi dunia usaha maupun masyarakat.
Layanan yang dikembangkan meliputi produksi multimedia, penyiaran dan konten digital, desain grafis dan komunikasi visual, pengembangan seni dan musik, percetakan serta produksi kreatif, hingga platform digital dan periklanan. Dengan mengedepankan nilai integritas, kreativitas, kualitas, dan kerja sama, PT Bandhawa Karya Nuswantara berupaya menjadi mitra terpercaya dalam menghadirkan solusi kreatif yang profesional.
Melalui berbagai unit usaha seperti Nuswantara Media, Nuswantara Radio, Nuswantara Production, Nuswantara Organizer, Nuswantara Publishing, dan Kopi Oke Punya, perusahaan terus memperluas kontribusinya dalam industri kreatif Indonesia serta membangun kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, swasta, dan komunitas

Contact Info



Telephone Number

0857-3129-4609

0857-4869-2687

Mail Address

bandhawa.media@gmail.com

Office Address

Jl. R.A Kartini 14, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur

Jl. Bulak Banteng Lor I no 17, Kota Surabaya, Jawa Timur


Gemini_Generated_Image_7cgffp7cgffp7cgf-1024x470 Menjahit Asa di Ujung Negeri : Kisah Pak Raden dan Digitalisasi Batik Tulis

JAKARTA – Di sebuah sudut desa yang tenang di pedalaman Jawa, denting suara canting yang bertemu kain katun seolah menjadi detak jantung kehidupan. Di sanalah Pak Raden, seorang maestro batik tulis berusia 65 tahun, sedang melakukan sesuatu yang tak pernah dibayangkan generasi pendahulunya: menghubungkan setiap helai motif batik dengan Blockchain.

Bagi Pak Raden, batik bukan sekadar kain bermotif. Ia adalah naskah kuno yang ditulis dengan malam dan pewarna alami. Namun, selama puluhan tahun, ia gelisah melihat karya-karya adiluhung ini seringkali hanya dianggap sebagai komoditas murah di pasar global, kehilangan identitas penciptanya saat berpindah tangan.

Melawan Arus dengan Teknologi Tahun ini, dengan bantuan komunitas inovator muda, Pak Raden meluncurkan inisiatif “Digital Silsilah Batik”. Setiap helai kain yang ia produksi kini memiliki sertifikat digital yang tertanam dalam sistem blockchain. Pembeli tidak hanya mendapatkan kain, tetapi juga akses ke cerita di balik motifnya—siapa yang membatik, berapa lama prosesnya, dan filosofi doa yang disematkan dalam setiap goresannya.

“Dulu, kami hanya bisa pasrah jika karya kami diakui orang lain. Sekarang, biarkan teknologi menjadi saksi sejarah yang jujur,” ujar Pak Raden saat ditemui tim Nuswantara.media di bengkel kerjanya.

IInovasi di Balik Tradisi Langkah Pak Raden hanyalah satu dari sekian banyak kisah “Rupa-Rupa” yang sedang tumbuh di Nusantara. Dari pemuda di NTT yang membangun sistem irigasi berbasis sensor matahari, hingga komunitas perajin bambu di Bali yang merancang furnitur dengan perhitungan presisi arsitektur modern.

Kategori Rupa-Rupa di Nuswantara.media hadir untuk merayakan keanekaragaman kreativitas ini. Kami percaya bahwa kemajuan bangsa tidak selalu harus terlihat megah di pusat kota, namun seringkali berakar dari ketekunan individu-individu yang berani berinovasi tanpa harus meninggalkan jati diri.

Catatan Redaksi: Inovasi bukanlah musuh tradisi. Justru, ketika keduanya dipadukan dengan niat yang tulus, mereka melahirkan peradaban baru yang lebih tangguh dan berintegritas. Pak Raden mengajarkan kita bahwa untuk “Merawat Negeri”, terkadang kita hanya perlu memastikan setiap karya dan cerita kita memiliki jejak yang abadi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *