Menelusuri Jejak Kabut di Negeri di Atas Awan : Pesona Tersembunyi Desa B29 Lumajang

PT. BANDHAWA KARYA NUSWANTARA

PT Bandhawa Karya Nuswantara adalah perusahaan yang bergerak di bidang multimedia, penyiaran, industri kreatif, serta pengembangan seni, yang berdiri pada tahun 2025. Perusahaan ini hadir sebagai ruang kreatif yang dinamis dan inovatif dengan komitmen menghasilkan karya yang berkualitas, inspiratif, dan memberikan dampak positif bagi dunia usaha maupun masyarakat.
Layanan yang dikembangkan meliputi produksi multimedia, penyiaran dan konten digital, desain grafis dan komunikasi visual, pengembangan seni dan musik, percetakan serta produksi kreatif, hingga platform digital dan periklanan. Dengan mengedepankan nilai integritas, kreativitas, kualitas, dan kerja sama, PT Bandhawa Karya Nuswantara berupaya menjadi mitra terpercaya dalam menghadirkan solusi kreatif yang profesional.
Melalui berbagai unit usaha seperti Nuswantara Media, Nuswantara Radio, Nuswantara Production, Nuswantara Organizer, Nuswantara Publishing, dan Kopi Oke Punya, perusahaan terus memperluas kontribusinya dalam industri kreatif Indonesia serta membangun kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, swasta, dan komunitas

Contact Info



Telephone Number

0857-3129-4609

0857-4869-2687

Mail Address

bandhawa.media@gmail.com

Office Address

Jl. R.A Kartini 14, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur

Jl. Bulak Banteng Lor I no 17, Kota Surabaya, Jawa Timur


LUMAJANG – Bagi para lelana yang merindukan ketenangan di balik riuh rendah perkotaan, Puncak B29 di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, kembali menjadi primadona. Dikenal dengan julukan “Negeri di Atas Awan”, destinasi ini menawarkan sensasi magis yang sulit ditemukan di tempat lain.
​Perjalanan menuju B29 bukan sekadar perpindahan titik koordinat, melainkan sebuah ritual menikmati alam. Medan yang berkelok menembus hamparan perkebunan sayur vertikal milik warga suku Tengger memberikan pemandangan hijau yang menyegarkan mata sebelum akhirnya disambut oleh hamparan awan putih.
​Hamparan Samudra Awan
​Daya tarik utama B29 adalah fenomena awan yang sejajar dengan mata memandang. Jika beruntung tiba sebelum fajar menyingsing, pengunjung akan disuguhi gradasi warna langit dari jingga hingga biru tua, dengan latar belakang Gunung Bromo dan Gunung Batok yang mengintip dari kejauhan.
​”Berada di sini seperti berdiri di ujung dunia. Udaranya sangat murni, dan keramahan warga lokal membuat perjalanan ini terasa lebih bermakna,” ujar salah satu pelancong asal Surabaya.
​Keunikan Budaya dan Tips Berkunjung
​Tak hanya soal visual, sisi lelana di B29 juga diperkaya dengan kearifan lokal masyarakat Suku Tengger. Para pelancong disarankan untuk:
​Waktu Terbaik: Berkunjunglah pada musim kemarau (Mei – September) untuk mendapatkan peluang melihat hamparan awan yang sempurna.
​Perlengkapan: Gunakan jaket tebal karena suhu di puncak bisa mencapai 50C hingga 100Cpada malam hari.
​Ojek Lokal: Untuk keamanan, gunakan jasa ojek lokal yang sudah sangat mahir menaklukkan jalur curam menuju puncak.
​Menuju Wisata Berkelanjutan
​Pihak pengelola terus mengimbau agar para pejalan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Semangat “Lelana” di Nuswantara bukan sekadar berpindah tempat, melainkan menjaga apa yang kita datangi agar tetap lestari untuk generasi mendatang. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *