LUMAJANG – Bagi para lelana yang merindukan ketenangan di balik riuh rendah perkotaan, Puncak B29 di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur, kembali menjadi primadona. Dikenal dengan julukan “Negeri di Atas Awan”, destinasi ini menawarkan sensasi magis yang sulit ditemukan di tempat lain.
Perjalanan menuju B29 bukan sekadar perpindahan titik koordinat, melainkan sebuah ritual menikmati alam. Medan yang berkelok menembus hamparan perkebunan sayur vertikal milik warga suku Tengger memberikan pemandangan hijau yang menyegarkan mata sebelum akhirnya disambut oleh hamparan awan putih.
Hamparan Samudra Awan
Daya tarik utama B29 adalah fenomena awan yang sejajar dengan mata memandang. Jika beruntung tiba sebelum fajar menyingsing, pengunjung akan disuguhi gradasi warna langit dari jingga hingga biru tua, dengan latar belakang Gunung Bromo dan Gunung Batok yang mengintip dari kejauhan.
”Berada di sini seperti berdiri di ujung dunia. Udaranya sangat murni, dan keramahan warga lokal membuat perjalanan ini terasa lebih bermakna,” ujar salah satu pelancong asal Surabaya.
Keunikan Budaya dan Tips Berkunjung
Tak hanya soal visual, sisi lelana di B29 juga diperkaya dengan kearifan lokal masyarakat Suku Tengger. Para pelancong disarankan untuk:
Waktu Terbaik: Berkunjunglah pada musim kemarau (Mei – September) untuk mendapatkan peluang melihat hamparan awan yang sempurna.
Perlengkapan: Gunakan jaket tebal karena suhu di puncak bisa mencapai 50C hingga 100Cpada malam hari.
Ojek Lokal: Untuk keamanan, gunakan jasa ojek lokal yang sudah sangat mahir menaklukkan jalur curam menuju puncak.
Menuju Wisata Berkelanjutan
Pihak pengelola terus mengimbau agar para pejalan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Semangat “Lelana” di Nuswantara bukan sekadar berpindah tempat, melainkan menjaga apa yang kita datangi agar tetap lestari untuk generasi mendatang. (red)


